Senin, 16 Maret 2015

Haters is My Real Fans

Kalian tau BENALU ?
yes, that's right.
Sejenis tumbuhan parasit yang hidup nya numpang di tumbuhan lain hingga tumbuhan itu mati karna sari makanan nya di serap oleh si Benalu. Ganggu banget ya pasti nya.

And do you know HATERS ?
Haters itu adalah Pengagum Rahasia Kita

Katanya pembenci, tapi kok pengagum rahasia? Hehe, belum ngeuh yah?
Salah satu karakteristik haters adalah fokus terhadap kekurangan diri kita. Lalu bagaimana caranya dia mengetahui kekurangan diri kita?

Caranya adalah dengan memperhatikan setiap langkah kita, perubahan kita. Istilah modernnya adalah kepo. Bisa jadi para haters itulah yang malah lebih rajin men-stalking akun twitter kita, men-cek siapa saja yang mention kita, mengamati display picture BB kita, dibandingkan dengan kawan-kawan biasa yang kita miliki. Dan bisa jadi pula, para haters kita lah orang-orang pertama yang tahu berita tentang diri kita, sangat update.

Ya meskipun tujuannya untuk mencari celah keburukan, tapi tetap saja perilaku tersebut menunjukkan betapa pedulinya mereka terhadap diri kita. Jadi sampai sini, apakah kita patut membenci mereka? Hehe, malah jadi ingin bilang pada mereka “So sweeeeet..” :D

I just wanna say:
"Sayangilah diriku dengan segala kebencianmu, hingga kau habiskan waktumu untuk memperhatikanku dan menyampaikan setiap kekuranganku, sehingga aku mampu bebenah diri, setiap hari. Terimakasih haters.."

Rabu, 11 Maret 2015

Bocah Jalanan Hebat

Assalamualaikum para pembaca, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT ya.. aamiin.

Mau cerita sebentar..
Ini betul-betul kejadian nyata.

Kejadian ini terjadi saat saya berada di dalam sebuah metromini arah terminal senen. Pukul 20.16.
Saat itu ada bocah laki-laki berpakaian lusuh dan kotor sedang mengamen di dalam metromini yang saya tumpangi. Sayup-sayup saya mendengar dia bernyanyi karena saya memakai headset. Selesai dia bernyanyi, otomatis dia keliling meminta upah hasil dia bernyanyi. Malang, upah yg dia dapat tidak terlalu banyak. Sampai suatu saat, tepatnya di daerah Galur. Ada seorang kakek-kakek bertongkat hendak turun. Dengan sigap, dia membantu sang kakek turun dari mobil dan terdengar sedikit percakapan karna mobil ngetem lumayan lama.

Bocah: "turun disini kek?"

Si kakek: "iya nak"

Bocah: "ada ongkos lagi ga kek?"

Si kakek: "uang kakek habis nak"

Bocah: "nih kek, hasil ngamen hari ini, separuh buat kake, separuh buat aku"

Si kakek diam sambil melihat ke si bocah lalu tersenyum dan berkata "terima kasih Nak.."

Bocah: "ati2 ya kek.."

Saya yg memperhatikan nya di balik kaca mobil aja terharu. Kok ada bocah seperti itu. Dan saya teringat mempunyai beberapa potong kue bolu dan donat didalam tas, dan menyuruh sang bocah duduk di bangku sebelah saya yg kosong.

Saya: "kamu udah makan?"

Bocah: *menggelengkan kepala*

Saya: "nih aku punya kue. Ga terlalu banyak sih, tapi cukup untuk mengganjal perut mu. Ambillah.."

Bocah: "ini buat aku ka? Alhamdulillah.. terima kasih kak *sambil mencium tangan saya*"

Dan tak lama sang bocah turun mendahului saya. Sambil memegang kue pemberian saya, dia turun sambil tersenyum.

Subhanallah..
Dari seorang bocah jalanan, aku dapat pelajaran berharga bahwa hidup itu harus penuh dengan  bersyukur. Bersyukur di beri rezeki lebih, bersyukur bisa makan enak. Bersyukur diberi tempat tidur layak.

Terima kasih, Nak..
Telah "menyentil" ku dengan ke polosan mu.

Terima kasih.
Semoga kita bisa bertemu lagi.
Aamiin