Tuhan,
Maafkan aku jika aku selalu
mengeluh. Maaf kan jika aku selalu meminta padaMu.maafkan aku Tuhan, maafkan. Itu
terjadi karena aku tidak mensyukuri apapun yang telah Kau berikan padaku.Maaf
dulu aku terlalu membenci mu. Benci karena kau telah merebut mama dariku. Aku
tau itu egois. Tapi inilah aku. Aku seorang perempuan biasa yang sok kuat
dibalik sebuah kata-kata manis. Kata-kata yang mungkin saja hanya suatu
kebohongan.
Aku lelah, Tuhan. Sangat lelah.
Lelah karena selalu dihina oleh salah satu makhlukmu yang selalu menganggap
dirinya sempurna. Aku bisa saja menyebutkan namanya, tapi tak apalah. Biar aku
dan Kamu saja yang tau, iya kan Tuhan?
Menurutmu, pantaskah aku
membalasnya? Lalu apa untungnya jika aku melakukan itu? Melakukan hal yang
sangat memalukan bahkan kampungan, yang justru akan mencoreng nama baiknya
sendiri. Tapi kenapa bisa kau menciptakan makhluk seperti itu? Apa itu salah
satu eksperimen gagal mu? Heh.. pantas saja. HAHA!! Aku tidak akan memintamu
untuk memusnakhannya, aku hanya meminta padamu agar dia bisa menjadi orang yang
lebih baik. Bibir yang engkau berikan padanya seharusnya bukan untuk menghina
orang lain, bukan untuk mengumbar kebohongan, bukan untuk mabuk-mabukan,
ataupun hal buruk lainnya. Tapi untuk sesuatu hal yang positif.
Maaf Tuhan jika
aku terlalu banyak berbicara, kau pasti tau apa yang terbaik untuk semua
makhluk yang kau ciptakan. Aku hanya bisa melihat, menunggu dan merasakan
perubahan itu. Perubahan ke arah yang lebih baik.