Rabu, 19 Juni 2013

haruskah?!

Tuhan,
Maafkan aku jika aku selalu mengeluh. Maaf kan jika aku selalu meminta padaMu.maafkan aku Tuhan, maafkan. Itu terjadi karena aku tidak mensyukuri apapun yang telah Kau berikan padaku.Maaf dulu aku terlalu membenci mu. Benci karena kau telah merebut mama dariku. Aku tau itu egois. Tapi inilah aku. Aku seorang perempuan biasa yang sok kuat dibalik sebuah kata-kata manis. Kata-kata yang mungkin saja hanya suatu kebohongan.

Aku lelah, Tuhan. Sangat lelah. Lelah karena selalu dihina oleh salah satu makhlukmu yang selalu menganggap dirinya sempurna. Aku bisa saja menyebutkan namanya, tapi tak apalah. Biar aku dan Kamu saja yang tau, iya kan Tuhan?
Menurutmu, pantaskah aku membalasnya? Lalu apa untungnya jika aku melakukan itu? Melakukan hal yang sangat memalukan bahkan kampungan, yang justru akan mencoreng nama baiknya sendiri. Tapi kenapa bisa kau menciptakan makhluk seperti itu? Apa itu salah satu eksperimen gagal mu? Heh.. pantas saja. HAHA!! Aku tidak akan memintamu untuk memusnakhannya, aku hanya meminta padamu agar dia bisa menjadi orang yang lebih baik. Bibir yang engkau berikan padanya seharusnya bukan untuk menghina orang lain, bukan untuk mengumbar kebohongan, bukan untuk mabuk-mabukan, ataupun hal buruk lainnya. Tapi untuk sesuatu hal yang positif.

          Maaf Tuhan jika aku terlalu banyak berbicara, kau pasti tau apa yang terbaik untuk semua makhluk yang kau ciptakan. Aku hanya bisa melihat, menunggu dan merasakan perubahan itu. Perubahan ke arah yang lebih baik. 

Jumat, 07 Juni 2013

ahoooyyyy

Hai kenalin nih 4 Serangkai dari 12 Ips 3


Nama : Inez farhana
Twitter : @inezfarhana
WeChat : InezAssegaf
                Pemilik blog ini


Nama : Riska Nur Aprillia
Twitter : @apriliaaaaa
                Ini teman terlama gue di SMA. Karena kita selalu sekelas selama 3 tahun. Hobby nya sama kaya gue, fotografi. Anaknya sangat bawel, cepat banget panik, pintar.




Nama : Wulan Tandang
Twitter : @ulaandongdong
                Gue sama dia baru kenal di kelas 2 SMA. Dia anak pecinta seni. Hobby banget menari dan bernyanyi. Dia bisa nyinden lhoo J



Nama : Nur Hikmah
Twitter : @DenurAlmar
                Sama seperti wulan, gue kenal dia juga di kelas 2 SMA. Awalnya gue kira dia sombang, pake banget. Tapi ternyataaaaa…. Anaknya gokil mas brohhh!!




Ini moment-momet kebersamaan kita waktu SMA
(sedikit alay tapi gpp deh yaaa)

Nung - ulan - riska - Inez




Nung - ulan - riska - Inez




ulan - nung - inez - veronika



inez - riska - nung


Inez dan Riska




Nung dan Inez




Trio wek-wek



Inez dan Wulan




Rindu Mama

hai Ma..
hari ini aku mimpi indah banget. Coba deh mama tebak..
heheh aku mimpi di lamar Ma.. Entah itu pemuda berasal dari mana, tapi aku sangat bahagia dengan kedatangannya.
Dalam mimpi ku,
aku menggunakan balutan busana berwarna putih dan dihiasi hijab yang membuat aku tampak sangat cantik.
Semua tersenyum melihatku, termasuk mama.
Mama menemaniku selama proses lamaran berlangsung.
tanpa berbicara sedikitpun aku mengerti apa yang akan mama katakan.
mama mengelus kedua pipiku seakan berkata, "Anakku Inez Farhana.. kamu telah beranjak dewasa. kelak kamu akan menjadi seperti mama, menjadi seprang Ibu dari anak-anak mu nanti.sayangilah mereka sebagaimana aku menyayangimu dari kecil hingga dewasa sampai akhit hayatku".
Mama pun menangis dan tetap tadak mengeluarkan suara satu kata pun dari mulutnya.
Aku pun menghapus air mata yang mengalir lebat di kedua pipi mama dan berkata,
"Aku sayang sama mama sama besar seperti mama menyayangiku. Sayangku pada mama tak akan lekang oleh zaman. Kelak, doakan lah aku agar bisa seperti mama, menjadi sosok Ibu yang dirindukan, dikasihi dan dicintai anaknya".
Mama pun memeluk ku dengan sangat erat dan seketika aku terbangun dari bunga mimpi ku..



NB:
entah mengapa saat aku bangun, aku menangis.
mata dan pipi ku basah oleh air mata yang keluar begitu saja tanpa seizinku,

Ma, apa ini namanya Rindu??

Bahagia

aku menemukan senyum ku yang hilang
aku ingin bahagia
aku ingin senang
aku ingin semua orang tertawa

Tuhan menunjukkan sebuah jalan
jalan yang harus ku lalui
akan selalu banyak rintangan
tapi aku harus bisa menjalaninya sepenuh hati

aku ingin menjadi seorang seniman
malukiskan segala keadaan yang ada
kan ku lukiskan senyum mu disana

dan membuat mu sangat bahagia

22 Maret 2008

sudah berbulan-bulan mama ku di rawat karena liver. tubuh nya menguning dan tubuh nya pun semakin kurus. setiap sabtu aku meluangkan waktu untuk menjenguknya. canda dan tawa menghiasi hari-hari kami. mama menjalankan terapi di salah satu rumah sakit di daerah Purwakarta. Hari demi hari keadaan mama mulai membaik. mama bisa berjalan seperti biasanya, walaupun dengan sedikit bantuan dari aba ku. Tetapi ALLAH berkehendak lain, keadaan mama tiba-tiba saja memburuk. kemudian mama di rujuk ke salah satu rumah sakit di daerah depok .
          Pagi itu aku mendapat kabar kalo mama manyebut-nyebut nama kami bertiga, inez, fahmi dan syafin. aku dan fahmi segera di jemput oleh sepupu di rumah. Tadinya aku di larang pergi oleh jidda (nenek), karena beralasan tidak ada yang menjaga syafin. Tapi akhirnya jidda mengizinkan aku pergi .
          sesampai di rumah sakit, hatiku merasa tidak nyaman. aku hanya memikirkan keadaan mama. Hingga aku sampai di depan sebuah kamar yang di penuhi oleh lantunan ayat suci Al-Quran. ketika membuka pintu, aku kaget bukan main melihat kondisi mama. dimana-mana ku lihat selang infus. mama yang melihat aku datang, langsung tersenyum dan memelukku. aku menangis. menangis karena aku senang bertemu mama. Aku segera mengambil air wudhu untuk membaca Al-Quran di samping mama.
           Tak terasa adzan magrib telah berkumandang, bergantian para keluarga untuk melaksanakan sholat magrib. selesai sholat aku kembali duduk di samping mama. mama berpesan "UNTUK MENJAGA SYAFIN DAN FAHMI, RAJIN SHOLAT DAN JANGAN NGEBANTAH ABA" mendengar itu aku menangis sangat keras di pelukan mama. dan mama membalas nya dengan mengusap kepala ku ..
           magrib berlalu dan isya pun datang. aku segera sholat. aku berdoa "Ya ALLAH yang maha kuasa, jika engkau sayang dengan mama ku, jangan lah kau siksa mama ku seperti ini. aku tak tega melihat nya. Jika engkau maha bijaksana, ambillah sebuah keputusan yang terbaik untuk kami semua. Rabbana atina fiddunnya hasannah wafil akhirotihasannah waqina adzabannar. amin"
            selesai berdoa, keadaan mama semakin memburuk, mama mulai sesak nafas. aku membacakan kalimat tahlil di telinga mama. belum sempat mama mengucap sampai habis, nyawa mama di ambil oleh ALLAH. saat itu juga aku mengucap ALLHAMDULILLAH dalam hatiku. ini karena ALLAH mendengar doa ku. aku menginginkan yang terbaik untuk mama dan semua. Dan inilah keputusan yang ALLAH beri untuk kami . aku bisa menerima nya dengan lapang dada.


I LOVE YOU, MOM .

Kamis, 06 Juni 2013

My lovely, Mama.

Mama, apa kabarmu hari ini?
Apa kamu bisa melihatku dari atas sana?
Aku adalah gadis kecil yang dulu Mama panggil Kakak
Dan aku tetap Kakak, Mama.
Hanya saja aku sudah besar.

Aku masih sering menangis kalau ingat Mama
Tapi tidak lama-lama
Karena aku tau Mama pasti tidak suka.
Sebentar saja, lalu tersenyum lagi.

Aku harap Mama juga tersenyum untukku di surga sana.
Aku sudah menyelesaikan sekolah
Aku tidak pernah mencoba berbohong lagi
Aku anak Mama yang baik

Kamu bangga kan, Mama?


NB:
ini foto waktu aku masih kecil sama mama
miss you so much :*
and I LOVE YOU.
            Namaku Inez Farhana, lahir 18 tahun yang lalu. Kehidupanku tentu saja di awali dari sebuah kelahiran. Aku seorang gadis yang bahagia. Keluarga yang luar biasa, rumah yang hangat, tempat tidur yang empuk dan nyaman, boneka tazmania pemberian dari seseorang yang sangat aku kenal, sahabat yang setia, pacar yang menyenangkan dan adik-adikku yang hebat.
            Aku mengalami banyak hal dalam hidupku. Awalnya petunjuk-petunjuk itu tampak seperti benang kusut untukku. Aku bisa menyentuhnya tapi sulit menemukan ujungnya agar aku bisa mengurainya secara berurutan. Kadang aku menangis, kadang aku tertawa, dan kadang aku mengalami keduanya secara bersamaan. Aku bahkan sempat mengira ini adalah sebuah bencana. Aku tidak tau kapan akan bangkit, dan bahkan aku tidak mau tau. sampai aku berhasil mengurutkan petunjuk-petunjuk Allah sebagai reaksi berantai untuk mengetahui tujuan hidupku. Tapi aku beruntung segera sadar dan mengetahui bahwa hidup selalu berganti dan penuh kejutan. Lalu Allah membantuku untuk mengurutkan semuanya, menempatkan segala peristiwa yang diberikan-Nya sebagai reaksi berantai.

            Aku ingin membiarkan semua apa adanya, mengalir dan terjadi sesuai waktu yang sudah di tentukan Allah. Sebuah tebakan hanya membuatku berhenti menikmati hidup dan khawatir tentang sesuatu yang belum terjadi. Hidupku seperti rantai yang terus sambung-menyambung. Setiap kejadian mempengaruhi kejadian selanjutnya. Hal ini ternyata membuat aku manjadi manusia yang kuat. Dari kepergian mama, aku belajar bagaimana cara menikmati hidup, bersyukur dan bangkit dengan perasaan yang lebih bahagia.